Cara Menghitung Susunan Cell DIN Chloride dalam Battery Tray Forklift

Cara Menghitung Susunan Cell DIN Chloride dalam Battery Tray Forklift

Menghitung susunan cell baterai forklift di dalam battery tray tidak cukup dilakukan dengan melihat kapasitas Ah atau jumlah cell. Perhitungan harus mempertimbangkan tegangan battery pack, kode cell lengkap, ukuran dasar cell, tinggi keseluruhan, berat terisi, orientasi terminal, jalur connector, ruang kabel, serta dimensi efektif battery compartment kendaraan.

Kesalahan dalam satu parameter saja dapat menyebabkan battery pack tidak dapat dipasang, connector sulit dirangkai, kabel utama tidak mencapai konektor kendaraan, atau berat baterai tidak sesuai dengan kebutuhan forklift.

Pada Continental DIN Cells Chloride HSP15, terdapat tujuh kelompok utama, yaitu XWAF, XWBF, XWCF, LXWEF, XWEF, LXWFF, dan XWFF. Lebar cell DIN berada di sekitar 198 mm, sedangkan panjangnya bervariasi sekitar 47–191 mm. Tinggi keseluruhan berada pada rentang 373–755 mm dan kapasitasnya sekitar 120–1.400 Ah. Kapasitas tersebut dinyatakan menggunakan rating lima jam pada suhu 30°C.

Variasi panjang dan tinggi inilah yang membuat setiap kode cell membutuhkan perhitungan tray tersendiri. Cell XWBF13 tidak boleh dihitung menggunakan dimensi XWBF21. Cell LXWEF juga tidak boleh dianggap sama dengan XWEF hanya karena rentang kapasitasnya serupa.

Artikel ini menjelaskan langkah lengkap mulai dari menghitung jumlah cell berdasarkan tegangan sampai membuat layout awal battery tray.


Apa Itu Battery Tray Forklift?

Battery tray adalah wadah atau struktur baja yang digunakan untuk menampung seluruh cell baterai traction. Tray biasanya dirancang mengikuti ukuran battery compartment pada forklift, reach truck, pallet truck, tow tractor, atau kendaraan material handling lainnya.

Battery tray bukan hanya kotak pelindung. Komponen ini mempunyai beberapa fungsi penting:

  • Menahan seluruh berat cell.
  • Menjaga cell tidak bergeser selama kendaraan beroperasi.
  • Melindungi cell dari benturan langsung.
  • Menyediakan titik pengangkatan battery pack.
  • Menyediakan area untuk connector dan kabel.
  • Menyesuaikan sistem penguncian pada forklift.
  • Membantu distribusi berat battery pack.
  • Memudahkan proses pelepasan dan pemasangan baterai.

Pada beberapa forklift, berat battery pack turut berperan dalam konfigurasi keseimbangan kendaraan. Oleh sebab itu, tray tidak hanya harus muat secara dimensi, tetapi juga harus menghasilkan berat akhir yang sesuai.

Dalam proses desain, terdapat tiga kelompok ukuran yang perlu dibedakan:

Dimensi aktif susunan cell

Ukuran hasil perkalian jumlah cell dengan panjang atau lebar fisik cell.

Dimensi bagian dalam tray

Ukuran ruang yang benar-benar tersedia untuk cell, connector, divider, kabel, dan aksesori.

Dimensi luar tray

Ukuran keseluruhan tray setelah ditambahkan ketebalan dinding, penguat, lifting point, rel, dan struktur pengunci.

Ketiga ukuran tersebut tidak boleh dianggap sama.


Data yang Harus Disiapkan Sebelum Menghitung

Perhitungan sebaiknya dimulai dengan pengumpulan data. Jangan membuat drawing tray sebelum kode cell dan ukuran compartment sudah dipastikan.

Data forklift

Data kendaraan yang perlu disiapkan meliputi:

  • Merek forklift.
  • Model atau tipe kendaraan.
  • Nomor seri jika tersedia.
  • Tegangan sistem.
  • Dimensi battery compartment.
  • Batas atau rekomendasi berat baterai.
  • Posisi konektor kendaraan.
  • Arah masuk dan keluar battery pack.
  • Jenis sistem pengunci.
  • Posisi rel atau roller.
  • Tinggi penutup battery compartment.

Data battery pack lama

Apabila mengganti baterai lama, catat:

  • Tegangan nominal.
  • Kapasitas Ah.
  • Jumlah cell.
  • Kode cell.
  • Dimensi luar tray.
  • Dimensi bagian dalam tray.
  • Berat total battery pack.
  • Posisi terminal utama.
  • Arah main cable.
  • Jenis main connector.
  • Foto susunan cell dari atas.
  • Foto nameplate baterai.

Data cell baru

Data cell baru harus mencakup:

  • Kode lengkap.
  • Kapasitas Ah.
  • Panjang cell.
  • Lebar cell.
  • Tinggi cell.
  • Berat kering.
  • Berat terisi.
  • Volume elektrolit.
  • Posisi terminal.
  • Jarak antarterminal atau pole centres.
  • Jenis vent plug.
  • Kebutuhan connector.

Kode lengkap sangat penting karena satu kode menentukan banyak parameter sekaligus. Contoh XWBF13 menunjukkan kelompok XWBF dan nomor varian 13. Kode lengkap dapat berkaitan dengan kapasitas, panjang, tinggi, berat, volume elektrolit, serta konfigurasi terminal dan pole centres.

Menyebut “cell 480 Ah” saja belum cukup. Ada kemungkinan lebih dari satu kelompok cell mempunyai kapasitas yang berdekatan tetapi dimensi dan beratnya berbeda.


Menghitung Jumlah Cell Berdasarkan Tegangan

Baterai traction timbal-asam pada umumnya menggunakan cell dengan tegangan nominal sekitar 2 volt per cell.

Rumus dasarnya:

Jumlah cell = tegangan nominal battery pack ÷ 2 volt

Contoh umum:

Tegangan Battery Pack Jumlah Cell
24 V 12 cell
36 V 18 cell
48 V 24 cell
72 V 36 cell
80 V 40 cell
96 V 48 cell

Sebagai contoh, battery pack 48 volt umumnya terdiri atas:

48 V ÷ 2 V = 24 cell

Sedangkan battery pack 80 volt terdiri atas:

80 V ÷ 2 V = 40 cell

Perhitungan tersebut merupakan dasar umum, tetapi jumlah akhir harus diperiksa melalui nameplate forklift, baterai lama, charger, dan dokumentasi kendaraan.

Jumlah cell tidak boleh diubah hanya agar cell dapat masuk ke tray. Mengurangi atau menambah jumlah cell akan mengubah tegangan nominal battery pack. Akibatnya, baterai dapat tidak sesuai dengan controller, motor, sistem kelistrikan, dan charger forklift.


Bedakan Susunan Fisik dan Rangkaian Listrik

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap susunan fisik cell sama dengan konfigurasi listriknya.

Istilah seperti:

  • 6 × 4.
  • 8 × 3.
  • 10 × 4.
  • 8 × 5.

menjelaskan posisi fisik cell di dalam tray.

Contohnya, layout 6 × 4 berarti terdapat enam cell pada setiap baris dan empat baris secara keseluruhan.

Jumlah totalnya:

6 × 4 = 24 cell

Namun, susunan tersebut tidak berarti terdapat enam cell seri dan empat kelompok paralel.

Pada battery traction forklift, cell umumnya tetap dirangkai secara seri agar menghasilkan tegangan nominal pack. Layout fisik hanya menentukan posisi setiap cell di dalam tray.

Sebagai contoh, 24 cell pada battery pack 48 V dapat ditempatkan dalam layout fisik 6 × 4, tetapi hubungan terminalnya tetap membentuk satu rangkaian seri dari terminal awal sampai terminal akhir.

Flexible inter-cell connector digunakan untuk menghubungkan terminal setiap cell mengikuti jalur seri. Area terminal dan connector juga dapat dilengkapi plastic shroud untuk membantu melindungi sambungan.


Mengenal Footprint Cell DIN Chloride

Footprint adalah ukuran dasar cell ketika dilihat dari atas.

Pada Continental DIN Cells HSP15, lebar cell umumnya sekitar 198 mm, sedangkan panjang cell berubah mengikuti nomor varian. Panjangnya berada pada rentang sekitar 47–191 mm.

Secara sederhana:

Footprint cell = panjang cell × lebar cell

Sebagai contoh, XWBF13 memiliki data:

  • Tinggi kelompok: 428 mm.
  • Kapasitas: 480 Ah.
  • Panjang: 119 mm.
  • Lebar: sekitar 198 mm.
  • Berat terisi: 27,6 kg.

Dengan demikian, footprint nominal XWBF13 adalah:

119 mm × 198 mm

Data contoh kode lainnya menunjukkan bahwa panjang dan berat berubah mengikuti nomor varian. XWBF5 mempunyai panjang 47 mm dan berat terisi 10,4 kg, sedangkan XWBF21 mempunyai panjang 191 mm dan berat terisi 44,6 kg.

Footprint nominal digunakan sebagai dasar untuk membuat layout tampak atas. Namun, footprint tidak boleh langsung dianggap sebagai ukuran final tray karena masih diperlukan ruang untuk connector, kabel, penguat, dan proses pemasangan.

Baca juga: Cara Membaca Kode Cell DIN Chloride


Menentukan Alternatif Baris dan Kolom

Setelah jumlah total cell diketahui, langkah berikutnya adalah mencari pasangan jumlah baris dan kolom.

Gunakan rumus:

Jumlah total cell = jumlah cell per baris × jumlah baris

Untuk 24 cell, beberapa alternatifnya adalah:

  • 12 × 2.
  • 8 × 3.
  • 6 × 4.
  • 4 × 6.
  • 3 × 8.
  • 2 × 12.

Secara matematika, seluruh susunan tersebut menghasilkan 24 cell. Namun, tidak semuanya sesuai untuk battery compartment.

Layout 12 × 2 dapat menghasilkan tray yang panjang dan sempit. Layout 6 × 4 cenderung lebih pendek dan lebih lebar. Pemilihan harus mengikuti bentuk compartment kendaraan.

Contoh alternatif berdasarkan jumlah cell:

Jumlah Cell Alternatif Layout
12 6 × 2 atau 4 × 3
18 6 × 3 atau 9 × 2
24 6 × 4, 8 × 3, atau 12 × 2
36 9 × 4, 6 × 6, atau 12 × 3
40 8 × 5 atau 10 × 4
48 8 × 6 atau 12 × 4

Pilihan terbaik bukan selalu layout yang paling mendekati bentuk persegi. Teknisi juga harus memperhatikan:

  • Posisi terminal.
  • Jalur connector seri.
  • Posisi main cable.
  • Arah connector kendaraan.
  • Titik lifting.
  • Divider tray.
  • Distribusi berat.
  • Jalur sistem pengisian air.

Memahami Dua Orientasi Pemasangan Cell

Karena footprint cell DIN berbentuk persegi panjang, cell dapat dipasang dalam dua orientasi.

Gunakan simbol berikut:

  • N = jumlah total cell.
  • X = jumlah cell per baris.
  • Y = jumlah baris.
  • Pc = panjang satu cell.
  • Lc = lebar satu cell.
  • Pt = panjang aktif susunan.
  • Lt = lebar aktif susunan.

Syarat dasarnya:

N = X × Y

Orientasi A

Pada orientasi A, panjang cell mengikuti arah panjang tray.

Rumus:

Pt = X × Pc

Lt = Y × Lc

Orientasi B

Pada orientasi B, cell diputar 90 derajat sehingga lebar cell mengikuti arah panjang tray.

Rumus:

Pt = X × Lc

Lt = Y × Pc

Kedua orientasi dapat menghasilkan bentuk tray yang sangat berbeda. Oleh sebab itu, setiap calon layout sebaiknya dihitung dalam dua orientasi.


Contoh Perhitungan 24 Cell XWBF13

Gunakan contoh berikut:

  • Tegangan battery pack: 48 V.
  • Jumlah cell: 24.
  • Kode cell: XWBF13.
  • Panjang cell: 119 mm.
  • Lebar cell: 198 mm.
  • Tinggi cell: 428 mm.
  • Berat terisi: 27,6 kg.

Alternatif pertama: 6 × 4

Jumlah total:

6 × 4 = 24 cell

Dengan orientasi A:

Panjang aktif = 6 × 119 mm

Panjang aktif = 714 mm

Lebar aktif = 4 × 198 mm

Lebar aktif = 792 mm

Jadi, ukuran aktif susunan cell adalah:

714 mm × 792 mm

Alternatif kedua: 8 × 3

Jumlah total:

8 × 3 = 24 cell

Dengan orientasi A:

Panjang aktif = 8 × 119 mm

Panjang aktif = 952 mm

Lebar aktif = 3 × 198 mm

Lebar aktif = 594 mm

Ukuran aktifnya:

952 mm × 594 mm

Perbandingan hasil

Layout Panjang Aktif Lebar Aktif
6 × 4 714 mm 792 mm
8 × 3 952 mm 594 mm

Layout 6 × 4 lebih pendek tetapi lebih lebar. Layout 8 × 3 lebih panjang tetapi lebih sempit.

Apabila battery compartment hampir berbentuk persegi, layout 6 × 4 dapat menjadi kandidat. Apabila compartment berbentuk memanjang, layout 8 × 3 mungkin lebih sesuai.

Kedua ukuran tersebut baru merupakan ukuran aktif cell. Belum ada ruang untuk dinding tray, connector, divider, kabel, atau struktur mekanis lainnya.


Membandingkan Dua Orientasi Layout 6 × 4

Masih menggunakan XWBF13 dengan footprint 119 × 198 mm.

Orientasi A

  • Panjang aktif: 6 × 119 mm = 714 mm.
  • Lebar aktif: 4 × 198 mm = 792 mm.

Hasil:

714 mm × 792 mm

Orientasi B

  • Panjang aktif: 6 × 198 mm = 1.188 mm.
  • Lebar aktif: 4 × 119 mm = 476 mm.

Hasil:

1.188 mm × 476 mm

Orientasi Panjang Aktif Lebar Aktif
A 714 mm 792 mm
B 1.188 mm 476 mm

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa satu tipe cell yang sama dapat menghasilkan bentuk battery pack yang berbeda hanya karena perubahan orientasi.

Orientasi A menghasilkan bentuk yang lebih pendek dan lebar. Orientasi B menghasilkan bentuk yang jauh lebih panjang tetapi lebih sempit.

Pemilihannya harus disesuaikan dengan:

  • Panjang dan lebar compartment.
  • Arah rel battery pack.
  • Posisi connector kendaraan.
  • Kebutuhan pengangkatan.
  • Posisi terminal awal dan akhir.
  • Jalur kabel utama.

Contoh Perhitungan 40 Cell untuk Battery Pack 80 Volt

Battery pack 80 V secara umum menggunakan 40 cell.

Misalnya dipilih cell dengan footprint nominal:

  • Panjang: 191 mm.
  • Lebar: 198 mm.

Dua alternatif layout yang dapat dibandingkan adalah 8 × 5 dan 10 × 4.

Layout 8 × 5

Jumlah cell = 8 × 5 = 40

Dengan panjang 191 mm mengikuti arah panjang tray:

Panjang aktif = 8 × 191 mm = 1.528 mm

Lebar aktif = 5 × 198 mm = 990 mm

Hasil:

1.528 mm × 990 mm

Layout 10 × 4

Jumlah cell = 10 × 4 = 40

Panjang aktif = 10 × 191 mm = 1.910 mm

Lebar aktif = 4 × 198 mm = 792 mm

Hasil:

1.910 mm × 792 mm

Layout Panjang Aktif Lebar Aktif
8 × 5 1.528 mm 990 mm
10 × 4 1.910 mm 792 mm

Layout 8 × 5 lebih pendek dan lebih lebar, sedangkan layout 10 × 4 lebih panjang dan lebih sempit.

Pada battery pack berkapasitas besar, dimensi bukan satu-satunya pertimbangan. Perancang juga harus menghitung berat total, kekuatan dasar tray, divider, lifting point, dan pusat berat.

Baca juga: Hubungan Panjang Cell, Jumlah Pelat, dan Kapasitas Ah


Menghitung Dimensi Bagian Dalam Battery Tray

Dimensi bagian dalam tray harus lebih besar daripada ukuran aktif cell karena susunan membutuhkan ruang teknis.

Rumus konseptual:

Panjang bagian dalam tray = panjang aktif cell + ruang teknis arah panjang

Lebar bagian dalam tray = lebar aktif cell + ruang teknis arah lebar

Ruang teknis dapat digunakan untuk:

  • Toleransi dimensi cell.
  • Kemudahan memasukkan cell.
  • Flexible inter-cell connector.
  • Plastic shroud.
  • Divider.
  • Main cable.
  • Main connector.
  • Sistem pengisian air.
  • Jalur selang.
  • Akses pengencangan terminal.
  • Struktur pengunci.

Jangan menetapkan satu angka clearance yang sama untuk semua battery tray. Ruang yang dibutuhkan bergantung pada kode cell, bentuk connector, posisi terminal, jumlah baris, ketebalan material, dan desain compartment.

Tray yang dibuat terlalu sempit dapat menyebabkan:

  • Cell sulit dimasukkan.
  • Tekanan pada dinding cell.
  • Connector tidak memiliki ruang.
  • Selang pengisian air terjepit.
  • Cell sulit dilepas ketika perawatan.
  • Perubahan dimensi akibat toleransi tidak terakomodasi.

Sebaliknya, tray yang terlalu longgar dapat memungkinkan cell bergerak selama kendaraan beroperasi.

Karena itu, dimensi final harus mengikuti drawing teknis dan verifikasi aktual.


Menghitung Dimensi Luar Battery Tray

Setelah ukuran bagian dalam diperoleh, tambahkan struktur tray.

Rumus konseptualnya:

Dimensi luar tray = dimensi bagian dalam + ketebalan dinding dan struktur

Komponen yang dapat memengaruhi ukuran luar antara lain:

  • Dinding samping.
  • Pelat dasar.
  • Penguat vertikal.
  • Penguat bawah.
  • Divider.
  • Lifting eye.
  • Rel atau roller.
  • Sistem pengunci.
  • Pelindung main connector.
  • Struktur cable exit.

Dimensi luar harus dibandingkan dengan ukuran terkecil battery compartment.

Jangan hanya mengukur satu titik compartment. Pengukuran sebaiknya dilakukan pada bagian depan, tengah, dan belakang karena terdapat kemungkinan:

  • Dinding tidak sepenuhnya sejajar.
  • Terdapat bracket yang menonjol.
  • Rel mengurangi ruang efektif.
  • Area connector lebih sempit.
  • Penutup memiliki penguat.
  • Sistem pengunci mengambil ruang tertentu.

Gunakan ukuran efektif terkecil sebagai batas desain.


Menghitung Tinggi Battery Pack

Tinggi battery pack tidak cukup dihitung dari tinggi badan cell.

Bagian atas cell masih mempunyai:

  • Terminal positif dan negatif.
  • Inter-cell connector.
  • Plastic shroud.
  • Vent plug.
  • Level indicator.
  • Electrolyte level sensor.
  • Selang automatic filling.
  • Main cable.

Kelompok Continental DIN Cells Chloride HSP15 mempunyai tinggi berikut:

Kelompok Tinggi Keseluruhan
XWAF 373 mm
XWBF 428 mm
XWCF 502 mm
LXWEF 575 mm
XWEF 604 mm
LXWFF 725 mm
XWFF 755 mm

Kelompok tersebut mempunyai rentang kapasitas yang berbeda, walaupun panjang cell secara umum berada pada 47–191 mm.

Saat memeriksa tinggi compartment, pertimbangkan:

  • Tinggi cell.
  • Posisi terminal.
  • Ketebalan connector.
  • Tinggi vent plug.
  • Jalur selang.
  • Ruang terhadap penutup.
  • Pergerakan tray saat masuk dan keluar.
  • Struktur kendaraan di atas baterai.

Tinggi dinding tray tidak harus sama dengan tinggi cell. Namun, cell tetap harus tertahan secara aman dan bagian atas baterai tidak boleh bertabrakan dengan struktur kendaraan.


Menghitung Berat Seluruh Cell

Berat battery pack harus dihitung menggunakan berat cell dalam kondisi terisi, bukan hanya berat kering.

Rumus dasar:

Berat seluruh cell = jumlah cell × berat terisi per cell

Contoh 24 cell XWBF13:

  • Jumlah cell: 24.
  • Berat terisi per cell: 27,6 kg.

Perhitungannya:

24 × 27,6 kg = 662,4 kg

Angka 662,4 kg hanya mencakup cell. Belum termasuk:

  • Steel tray.
  • Inter-cell connector.
  • Main cable.
  • Main connector.
  • Shroud.
  • Divider.
  • Selang filling.
  • Lifting point.
  • Penguat.
  • Aksesori lainnya.

Rumus berat total:

Berat total battery pack = berat seluruh cell terisi + tray + connector + kabel + aksesori

Data tipe Chloride menunjukkan kenaikan panjang dan kapasitas biasanya diikuti peningkatan berat. Sebagai contoh, XWBF5 mempunyai berat terisi 10,4 kg, XWBF13 sebesar 27,6 kg, dan XWBF21 sebesar 44,6 kg per cell.

Apabila 24 cell XWBF13 diganti dengan 24 cell XWBF21, perubahan berat total dapat sangat besar. Karena itu, peningkatan kapasitas harus selalu disertai perhitungan ulang berat pack.


Mengapa Berat Battery Pack Penting?

Berat battery pack berhubungan dengan:

  • Keseimbangan kendaraan.
  • Kemampuan alat pengangkat.
  • Kekuatan battery tray.
  • Sistem penggantian baterai.
  • Beban pada rel atau roller.
  • Kemampuan lantai dan battery rack.
  • Keamanan saat pemindahan.

Battery pack yang terlalu ringan atau terlalu berat dapat tidak sesuai dengan konfigurasi kendaraan.

Jangan mengasumsikan kapasitas lebih besar selalu lebih baik. Cell dengan kapasitas lebih besar umumnya mempunyai material aktif, volume elektrolit, dan berat lebih tinggi.

Sebelum meningkatkan kapasitas, periksa:

  • Apakah battery compartment cukup.
  • Apakah berat masih sesuai.
  • Apakah charger mendukung.
  • Apakah waktu charging tersedia.
  • Apakah kebutuhan operasional memang memerlukan kapasitas tambahan.

Merancang Jalur Connector Seri

Setelah layout geometris dibuat, teknisi harus menentukan jalur koneksi listrik.

Tahapannya meliputi:

  1. Menandai posisi terminal positif dan negatif pada setiap cell.
  2. Menentukan cell pertama dan terakhir.
  3. Membuat urutan hubungan seri.
  4. Memilih connector sesuai pole centres.
  5. Menentukan posisi main cable.
  6. Menentukan terminal positif dan negatif utama.
  7. Menentukan arah main connector.
  8. Memastikan seluruh sambungan dapat diakses.

Layout paling ringkas belum tentu paling baik. Susunan yang terlalu padat dapat menyebabkan connector:

  • Bersilangan.
  • Terlalu panjang.
  • Terlalu pendek.
  • Sulit dikencangkan.
  • Dekat dengan dinding logam.
  • Sulit diperiksa.
  • Mengganggu selang filling.

Chloride HSP15 menggunakan flexible inter-cell connector dan dapat dilengkapi plastic shroud. Flexible connector membantu mengakomodasi pergerakan relatif kecil antarcell, sedangkan shroud membantu melindungi area terminal dan sambungan.


Menentukan Posisi Main Cable dan Connector

Main cable menghubungkan battery pack dengan connector forklift atau charger.

Data yang harus diperiksa:

  • Panjang main cable.
  • Ukuran kabel.
  • Arah keluar kabel.
  • Radius tekukan.
  • Posisi connector.
  • Polaritas.
  • Jenis connector.
  • Ruang saat tray masuk dan keluar.
  • Perlindungan terhadap sudut tajam.

Main cable tidak boleh:

  • Tertindih tray.
  • Tertarik oleh terminal.
  • Terjepit penutup.
  • Bergesekan dengan bagian tajam.
  • Mengganggu lifting point.
  • Menutup akses vent plug.
  • Menghalangi pemeriksaan cell.

Posisi cable exit sebaiknya ditetapkan sebelum tray difabrikasi. Kesalahan posisi connector dapat membuat battery pack tidak dapat dihubungkan meskipun ukuran tray sudah sesuai.


Memperhitungkan Automatic Battery Filling System

Battery pack dengan banyak cell dapat menggunakan automatic battery filling system.

Sistem tersebut menggunakan vent plug khusus, selang, sambungan, dan konektor utama untuk membantu proses topping-up air pada banyak cell.

Dalam desain layout tray, sediakan ruang untuk:

  • Selang di atas cell.
  • Vent plug.
  • Sambungan antarselang.
  • Coupling utama.
  • Akses pemeriksaan.
  • Jalur yang tidak mengganggu connector.
  • Perlindungan agar selang tidak terjepit.

Automatic filling system merupakan fitur opsional pada Chloride HSP15. Sistem ini membantu proses pengisian air, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan rutin. Kondisi selang, sambungan, vent plug, kebocoran, dan level elektrolit tetap perlu diperiksa.

Susunan cell yang terlalu rapat dapat menyulitkan pemasangan serta perawatan sistem filling.

Baca juga: Sistem Pengisian Air Otomatis Baterai Forklift Chloride


Menentukan Divider dan Penguat Tray

Divider merupakan sekat atau penguat yang ditempatkan di antara kelompok cell.

Fungsinya dapat mencakup:

  • Menjaga posisi susunan cell.
  • Mengurangi pergerakan.
  • Membantu kekakuan tray.
  • Membagi beban.
  • Menyediakan struktur pendukung.

Namun, divider juga mengambil ruang di dalam tray. Karena itu, ketebalan dan posisinya harus dimasukkan dalam drawing.

Selain divider, tray dapat membutuhkan:

  • Penguat dasar.
  • Penguat samping.
  • Lifting eye.
  • Rel bawah.
  • Dudukan connector.
  • Struktur pengunci.

Desain mekanis tidak boleh ditentukan hanya dari luas footprint cell. Berat penuh battery pack dan metode pengangkatan harus menjadi bagian dari analisis.

Untuk battery pack besar, pusat berat juga perlu diperhatikan. Main connector, kabel, dan aksesori dapat menambah beban pada salah satu sisi.


Verifikasi terhadap Battery Compartment

Setelah drawing awal selesai, lakukan verifikasi terhadap kendaraan.

Ukur bagian berikut:

  • Panjang efektif compartment.
  • Lebar efektif.
  • Tinggi efektif.
  • Posisi rel.
  • Posisi roller.
  • Bracket.
  • Sistem pengunci.
  • Area connector.
  • Penutup atas.
  • Jalur masuk dan keluar tray.

Jangan hanya mengukur tray lama dari bagian luar. Dimensi luar tray lama tidak menunjukkan ruang aktif untuk cell karena terdapat:

  • Ketebalan dinding.
  • Divider.
  • Penguat.
  • Dudukan connector.
  • Ruang kabel.
  • Area kosong.

Gunakan foto, drawing, dan pengukuran langsung. Apabila memungkinkan, buat template sederhana untuk memeriksa ruang efektif sebelum fabrikasi.


Membuat Drawing Sebelum Fabrikasi

Drawing minimal harus terdiri atas:

Tampak atas

Menunjukkan:

  • Jumlah cell.
  • Baris dan kolom.
  • Orientasi cell.
  • Posisi terminal.
  • Jalur connector.
  • Main cable.
  • Main connector.
  • Divider.
  • Jalur filling.

Tampak depan

Menunjukkan:

  • Lebar susunan.
  • Tinggi cell.
  • Tinggi dinding tray.
  • Penguat.
  • Clearance terhadap compartment.

Tampak samping

Menunjukkan:

  • Panjang tray.
  • Cable exit.
  • Lifting point.
  • Rel.
  • Sistem pengunci.
  • Posisi penutup.

Drawing membantu mendeteksi masalah sebelum material baja dipotong dan dilas.


Simulasi Perhitungan Lengkap

Misalnya akan dibuat battery pack 48 V menggunakan 24 cell XWBF13.

Data:

  • Jumlah cell: 24.
  • Footprint: 119 × 198 mm.
  • Tinggi: 428 mm.
  • Berat terisi: 27,6 kg per cell.
  • Layout calon: 6 × 4.

Langkah pertama: hitung dimensi aktif

Panjang aktif:

6 × 119 = 714 mm

Lebar aktif:

4 × 198 = 792 mm

Langkah kedua: hitung berat cell

24 × 27,6 = 662,4 kg

Langkah ketiga: buat jalur connector

Tentukan hubungan seri dari cell pertama hingga cell ke-24.

Langkah keempat: tentukan ruang teknis

Tambahkan kebutuhan untuk:

  • Connector.
  • Divider.
  • Dinding.
  • Main cable.
  • Shroud.
  • Sistem filling.
  • Proses pemasangan.

Langkah kelima: hitung dimensi luar

Tambahkan ketebalan dinding dan penguat terhadap ukuran bagian dalam.

Langkah keenam: verifikasi compartment

Pastikan dimensi luar, tinggi, dan berat sesuai dengan forklift.

Dengan metode tersebut, ukuran final tray tidak hanya berdasarkan perkalian 714 × 792 mm. Nilai itu hanya menjadi titik awal desain.


Kesalahan Umum Saat Menghitung Susunan Cell

Hanya menyebut kapasitas Ah

Ah tidak menunjukkan panjang, tinggi, berat, atau terminal.

Tidak menggunakan kode cell lengkap

XWBF13 dan XWCF13 bukan cell yang sama walaupun nomor variannya sama.

Menghilangkan huruf “L”

LXWEF berbeda dari XWEF, sedangkan LXWFF berbeda dari XWFF.

Menganggap layout fisik sebagai rangkaian paralel

Susunan 6 × 4 hanya menjelaskan posisi cell.

Tidak membandingkan orientasi

Cell dapat diputar 90 derajat untuk memperoleh bentuk tray berbeda.

Menggunakan ukuran aktif sebagai ukuran final tray

Masih ada kebutuhan connector, dinding, kabel, dan penguat.

Tidak menghitung berat terisi

Berat kering bukan berat operasional battery pack.

Mengabaikan terminal dan pole centres

Connector harus sesuai dengan jarak dan posisi terminal.

Tidak memeriksa tinggi compartment

Panjang dan lebar sesuai belum menjamin cell dapat dipasang.

Membuat tray sebelum cell final

Pergantian nomor varian dapat mengubah panjang dan berat.

Menggunakan clearance tanpa drawing

Setiap konfigurasi mempunyai kebutuhan ruang yang berbeda.


Prosedur Kerja yang Direkomendasikan

Gunakan langkah berikut:

  1. Catat merek dan model forklift.
  2. Ambil foto nameplate kendaraan.
  3. Catat tegangan battery pack.
  4. Hitung dan verifikasi jumlah cell.
  5. Catat kode cell lengkap.
  6. Ambil dimensi dari katalog.
  7. Ukur battery compartment.
  8. Buat beberapa alternatif baris dan kolom.
  9. Hitung dua orientasi setiap layout.
  10. Tentukan jalur connector seri.
  11. Tentukan posisi main cable.
  12. Tambahkan divider dan ruang teknis.
  13. Hitung berat seluruh cell.
  14. Tambahkan berat tray serta aksesori.
  15. Buat drawing tampak atas, depan, dan samping.
  16. Verifikasi kembali dengan kendaraan.
  17. Lakukan final approval sebelum fabrikasi.

Checklist Data Sebelum Memesan atau Membuat Tray

Pastikan tersedia:

  • Merek forklift.
  • Model forklift.
  • Tegangan.
  • Kapasitas Ah.
  • Jumlah cell.
  • Kode cell lengkap.
  • Panjang cell.
  • Lebar cell.
  • Tinggi cell.
  • Berat terisi.
  • Volume elektrolit.
  • Posisi terminal.
  • Pole centres.
  • Layout baris dan kolom.
  • Orientasi cell.
  • Dimensi bagian dalam tray.
  • Dimensi luar tray.
  • Tinggi compartment.
  • Posisi main cable.
  • Jenis main connector.
  • Polaritas.
  • Spesifikasi charger.
  • Jalur filling system.
  • Divider.
  • Lifting point.
  • Sistem pengunci.
  • Berat total.
  • Drawing final.

Kesimpulan

Cara menghitung susunan cell DIN Chloride dalam battery tray forklift harus dilakukan secara bertahap dan tidak boleh hanya menggunakan kapasitas Ah.

Langkah pertamanya adalah menentukan tegangan dan jumlah cell. Battery pack 48 V pada umumnya menggunakan 24 cell, sedangkan battery pack 80 V menggunakan 40 cell.

Jumlah tersebut kemudian diterjemahkan menjadi alternatif layout fisik, misalnya:

  • 6 × 4.
  • 8 × 3.
  • 8 × 5.
  • 10 × 4.

Setelah itu, gunakan footprint aktual berdasarkan kode cell lengkap. Continental DIN Cells Chloride HSP15 mempunyai lebar sekitar 198 mm, sedangkan panjangnya bervariasi sekitar 47–191 mm. Tinggi kelompoknya berada pada 373–755 mm dengan kapasitas sekitar 120–1.400 Ah.

Rumus dasar dimensi aktif adalah:

Panjang aktif = jumlah cell per baris × dimensi cell pada arah panjang

Lebar aktif = jumlah baris × dimensi cell pada arah lebar

Namun, hasil tersebut belum menjadi ukuran final tray. Perancang masih harus memasukkan:

  • Connector.
  • Shroud.
  • Divider.
  • Main cable.
  • Main connector.
  • Toleransi pemasangan.
  • Dinding baja.
  • Penguat.
  • Sistem filling.
  • Lifting point.

Berat total juga harus dihitung dari berat cell dalam kondisi terisi, kemudian ditambahkan dengan tray dan seluruh aksesori.

Desain akhir wajib diverifikasi terhadap battery compartment, connector kendaraan, charger, sistem pengangkatan, dan kebutuhan operasional forklift.

PT Andalan Multidaya menyediakan Continental DIN Cells Chloride HSP15 untuk forklift listrik dan berbagai kendaraan material handling. Kirimkan kode cell, foto nameplate, tegangan, kapasitas, jumlah cell, ukuran tray, tinggi compartment, connector, berat, serta data charger untuk memperoleh rekomendasi konfigurasi yang sesuai.

PT Andalan Multidaya
Solusi Energi Andal • Kinerja Maksimal
www.batteryindustrial.com


FAQ SEO: Susunan Cell DIN Chloride dalam Battery Tray Forklift

1. Bagaimana cara menghitung jumlah cell baterai forklift?

Jumlah cell baterai traction timbal-asam secara umum dihitung dengan membagi tegangan nominal battery pack dengan tegangan nominal satu cell, yaitu sekitar 2 volt. Battery pack 48 V biasanya menggunakan 24 cell, sedangkan battery pack 80 V menggunakan 40 cell. Hasil tersebut harus diverifikasi melalui nameplate forklift, nameplate baterai, jumlah cell lama, dan spesifikasi charger. Jangan mengurangi jumlah cell hanya agar susunan muat ke tray karena perubahan jumlah cell akan mengubah tegangan battery pack dan dapat membuat baterai tidak sesuai dengan sistem kendaraan.

2. Apa arti layout 6 × 4 pada baterai forklift?

Layout 6 × 4 berarti terdapat enam cell pada setiap baris dan terdapat empat baris. Jumlah totalnya adalah 24 cell. Istilah tersebut hanya menjelaskan susunan fisik di dalam tray, bukan rangkaian seri-paralel. Pada battery pack 48 V, seluruh 24 cell dapat tetap dihubungkan secara seri walaupun secara fisik ditempatkan dalam empat baris. Jalur seri ditentukan berdasarkan posisi terminal serta connector antarcell.

3. Apakah ukuran tray dapat dihitung hanya dari kapasitas Ah?

Tidak. Kapasitas Ah tidak menunjukkan panjang, lebar, tinggi, berat, posisi terminal, atau pole centres. Cell 480 Ah dari satu kelompok dapat mempunyai bentuk berbeda dari cell dengan kapasitas berdekatan pada kelompok lain. Perhitungan tray harus menggunakan kode cell lengkap dan data aktual dari katalog. Informasi minimal yang dibutuhkan adalah panjang, lebar, tinggi, berat terisi, posisi terminal, dan jumlah cell.

4. Apa yang dimaksud footprint cell DIN?

Footprint adalah ukuran bidang dasar cell ketika dilihat dari atas. Footprint biasanya dinyatakan sebagai panjang cell dikalikan lebar cell. Sebagai contoh, XWBF13 mempunyai footprint nominal sekitar 119 × 198 mm. Footprint digunakan untuk membuat layout tampak atas, tetapi bukan merupakan ukuran final battery tray. Tray tetap membutuhkan ruang untuk connector, divider, kabel, dinding, dan pemasangan.

5. Bagaimana rumus menghitung panjang battery tray?

Rumus awal dimensi aktifnya adalah:

Panjang aktif = jumlah cell per baris × dimensi cell pada arah panjang

Apabila cell dipasang dengan panjang 119 mm dan terdapat enam cell dalam satu baris, panjang aktifnya adalah 714 mm. Ukuran bagian dalam tray harus lebih besar karena perlu ruang teknis. Ukuran luar tray kemudian ditambah lagi dengan ketebalan dinding dan struktur penguat. Tidak disarankan menggunakan satu angka clearance universal karena setiap layout mempunyai connector, divider, dan cable exit yang berbeda.

6. Apakah cell dapat diputar 90 derajat di dalam tray?

Secara geometris, cell berbentuk persegi panjang dapat dibandingkan dalam dua orientasi. Namun, pemutaran tidak hanya memengaruhi panjang dan lebar susunan. Posisi terminal, pole centres, jalur connector, main cable, sistem filling, serta akses perawatan juga berubah. Orientasi akhir harus mengikuti drawing cell dan kebutuhan kendaraan. Jangan memutar cell hanya berdasarkan ukuran tanpa memeriksa koneksi listriknya.

7. Mengapa kode cell lengkap harus dicatat?

Kode lengkap menunjukkan kelompok dan varian cell. Contohnya, XWBF13 tidak sama dengan XWCF13. Keduanya mempunyai nomor varian yang sama, tetapi tinggi, kapasitas, berat, dan karakter fisiknya dapat berbeda. Huruf “L” pada LXWEF dan LXWFF juga tidak boleh dihilangkan karena menunjukkan kelompok berbeda dari XWEF dan XWFF. Kesalahan kode dapat menyebabkan cell tidak muat atau berat battery pack tidak sesuai.

8. Bagaimana cara menghitung berat battery pack forklift?

Gunakan berat cell dalam kondisi terisi.

Rumus awal:

Berat seluruh cell = jumlah cell × berat terisi per cell

Kemudian:

Berat total pack = berat seluruh cell + tray + connector + kabel + aksesori

Sebagai contoh, 24 cell dengan berat terisi 27,6 kg menghasilkan berat cell sebesar 662,4 kg. Angka tersebut belum termasuk steel tray, connector, kabel, divider, dan filling system. Berat akhir harus dibandingkan dengan spesifikasi kendaraan dan kemampuan alat pengangkat.

9. Mengapa dimensi bagian dalam tray berbeda dari dimensi luar?

Dimensi bagian dalam menunjukkan ruang yang tersedia untuk cell dan aksesori. Dimensi luar mencakup dinding, dasar, penguat, lifting point, rel, serta struktur pengunci. Sebuah tray dengan ruang dalam 800 mm dapat mempunyai ukuran luar lebih besar tergantung ketebalan dan konstruksinya. Oleh sebab itu, perancang harus membandingkan dimensi luar dengan battery compartment, bukan hanya ukuran aktif cell.

10. Apakah tinggi dinding tray harus sama dengan tinggi cell?

Tidak selalu. Pada banyak battery pack, cell dapat lebih tinggi daripada dinding tray. Namun, desain harus tetap mampu menahan cell secara aman. Bagian atas cell, terminal, connector, vent plug, shroud, dan selang filling juga harus memiliki ruang yang cukup terhadap penutup compartment. Tinggi efektif kendaraan harus diukur secara langsung dan tidak hanya berdasarkan tinggi dinding tray lama.

11. Apa fungsi divider pada battery tray?

Divider membantu menjaga kelompok cell tetap pada posisinya, meningkatkan kekakuan tray, dan membagi area susunan. Namun, divider mengambil ruang dan menambah berat. Posisi serta ketebalannya harus dimasukkan dalam drawing. Divider tidak boleh mengganggu connector, main cable, selang filling, atau proses pengangkatan cell saat perawatan.

12. Bagaimana menentukan jalur connector seri?

Jalur connector ditentukan dengan menandai terminal positif dan negatif setiap cell, lalu menyusun hubungan dari cell pertama sampai cell terakhir. Teknisi harus memperhatikan pole centres, bentuk connector, terminal utama, main cable, dan akses pengencangan. Jalur yang baik tidak menyebabkan connector bersilangan secara tidak perlu, tidak terlalu dekat dengan dinding logam, dan tetap mudah diperiksa.

13. Apakah automatic filling system memengaruhi layout tray?

Ya. Automatic filling system membutuhkan ruang untuk vent plug khusus, selang, sambungan, dan coupling utama. Selang tidak boleh terjepit oleh connector, penutup, divider, atau dinding tray. Sistem ini membantu proses topping-up, tetapi tidak membuat baterai bebas perawatan. Pemeriksaan sambungan, kebocoran, vent plug, serta level elektrolit tetap harus dilakukan.

14. Apakah battery tray lama dapat digunakan untuk cell berkapasitas lebih besar?

Belum tentu. Cell berkapasitas lebih besar dapat mempunyai panjang, tinggi, dan berat lebih besar. Meskipun jumlah cell tetap sama, susunan baru mungkin tidak muat atau menghasilkan berat total yang berbeda. Tray lama harus diukur bagian dalamnya, kemudian dibandingkan dengan kode dan dimensi cell baru. Charger serta battery compartment juga harus diverifikasi.

15. Mengapa charger harus diperiksa saat mengganti tipe cell?

Charger harus sesuai dengan tegangan, kapasitas Ah, profil charging, connector, dan waktu pengisian yang tersedia. Cell dengan kapasitas lebih besar memerlukan pengembalian energi yang lebih besar setelah digunakan. Charger lama mungkin mempunyai tegangan yang sesuai tetapi membutuhkan waktu terlalu lama untuk mengisi kapasitas baru. Evaluasi charger harus dilakukan sebelum perubahan battery pack disetujui.

16. Data apa saja yang harus dikirim untuk mendapatkan rekomendasi layout?

Data yang sebaiknya dikirim meliputi kode cell, tegangan, kapasitas Ah, jumlah cell, dimensi bagian dalam dan luar tray, tinggi compartment, berat battery pack, posisi terminal, jenis connector, arah kabel, spesifikasi charger, serta foto nameplate dan susunan cell dari atas. Semakin lengkap datanya, semakin akurat rekomendasi layout dan pemilihan cell.

17. Apakah layout yang paling ringkas selalu menjadi pilihan terbaik?

Tidak. Layout paling ringkas dapat menghasilkan jalur connector yang rumit, ruang kabel terbatas, selang filling terjepit, atau distribusi berat kurang baik. Layout yang baik harus seimbang antara dimensi, kemudahan koneksi, akses perawatan, kekuatan tray, posisi main connector, serta kesesuaian dengan battery compartment.

18. Kapan drawing battery tray harus dibuat?

Drawing harus dibuat setelah kode cell, jumlah cell, footprint, berat, posisi terminal, connector, dan dimensi compartment sudah diketahui. Drawing sebaiknya diselesaikan sebelum pembelian material atau proses fabrikasi. Minimal diperlukan tampak atas, depan, dan samping agar jalur connector, tinggi cell, penguat, cable exit, lifting point, dan sistem pengunci dapat diperiksa.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare