Cara Menghitung Susunan Cell DIN Chloride dalam Battery Tray Forklift
Cara menghitung susunan cell DIN Chloride di dalam battery tray forklift harus dimulai dari tegangan battery pack, jumlah cell, kode cell lengkap, dan ukuran aktual setiap cell. Perhitungan tidak boleh hanya didasarkan pada kapasitas Ah karena dua cell dengan kapasitas mendekati sama dapat mempunyai panjang, tinggi, berat, dan kebutuhan ruang pemasangan yang berbeda.
Battery tray bukan sekadar kotak baja untuk menampung baterai. Komponen ini harus menjaga seluruh cell tetap stabil, menahan berat battery pack, menyediakan ruang bagi connector, main cable, vent plug, dan sistem pengisian air, serta tetap dapat masuk ke battery compartment forklift.
Continental DIN Cells Chloride HSP15 mempunyai lebar standar sekitar 198 mm, panjang cell sekitar 47–191 mm, tinggi kelompok sekitar 373–755 mm, dan kapasitas sekitar 120–1.400 Ah. Kelompoknya terdiri atas XWAF, XWBF, XWCF, LXWEF, XWEF, LXWFF, dan XWFF. Kapasitas pada data produk dinyatakan menggunakan rating lima jam pada suhu 30°C.
Karena panjang cell berubah menurut varian, setiap tipe akan menghasilkan kebutuhan panjang dan lebar tray yang berbeda. XWBF13, misalnya, tidak dapat dihitung menggunakan dimensi XWBF21 walaupun keduanya berasal dari kelompok XWBF.
Artikel ini membahas metode teknis untuk:
- Menentukan jumlah cell berdasarkan tegangan.
- Memilih alternatif baris dan kolom.
- Membandingkan orientasi pemasangan.
- Menghitung dimensi aktif susunan.
- Menghitung berat cell.
- Merencanakan connector dan main cable.
- Memeriksa tinggi battery compartment.
- Menentukan data yang diperlukan sebelum fabrikasi tray.
Mengenal Battery Tray pada Forklift Listrik
Battery tray adalah struktur baja yang menampung seluruh cell baterai traction. Pada forklift listrik, tray dapat menjadi bagian yang sangat berat karena harus menahan puluhan cell dalam kondisi terisi elektrolit.
Fungsi utamanya bukan hanya menempatkan cell, tetapi juga:
- Menahan dan menjaga posisi cell.
- Melindungi cell dari benturan mekanis.
- Mengurangi pergerakan saat forklift berjalan.
- Menyediakan struktur untuk pengangkatan battery pack.
- Mendukung proses pemasangan dan pelepasan baterai.
- Menyediakan area untuk main cable dan connector.
- Menjadi bagian dari konfigurasi berat kendaraan.
- Menyediakan akses pemeriksaan dan perawatan.
Tray harus dirancang berdasarkan dimensi bagian dalam dan dimensi bagian luar.
Dimensi bagian dalam menentukan ruang yang tersedia untuk cell, connector, divider, kabel, dan aksesori. Dimensi bagian luar menentukan apakah tray dapat masuk ke dalam battery compartment forklift.
Karena itu, teknisi harus membedakan tiga ukuran:
- Ukuran nominal susunan cell.
- Ukuran bagian dalam battery tray.
- Ukuran luar battery tray.
Ketiganya tidak sama.
Data yang Harus Disiapkan Sebelum Menghitung
Perhitungan yang akurat membutuhkan data kendaraan, cell, battery pack lama, dan charger.
Data forklift
Catat:
- Merek forklift.
- Model forklift.
- Tegangan sistem.
- Dimensi battery compartment.
- Berat battery pack yang disyaratkan.
- Posisi main connector.
- Arah keluarnya kabel.
- Sistem pengunci tray.
- Metode pemasangan dan pelepasan baterai.
Data cell
Siapkan:
- Kode cell lengkap.
- Kapasitas Ah.
- Panjang cell.
- Lebar cell.
- Tinggi keseluruhan.
- Berat kering.
- Berat terisi.
- Posisi terminal.
- Pole centres.
- Volume elektrolit.
Kode lengkap penting karena menunjukkan kelompok serta varian tertentu. Data teknis yang mengikuti kode tersebut dapat mencakup kapasitas, panjang, tinggi, berat, volume elektrolit, dan konfigurasi terminal.
Data battery pack
Catat:
- Tegangan nominal.
- Jumlah cell.
- Dimensi tray lama.
- Berat total.
- Posisi terminal utama.
- Main connector.
- Polaritas.
- Susunan cell dari tampak atas.
- Jalur inter-cell connector.
Data operasional
Analisis juga:
- Jam kerja per hari.
- Jumlah shift.
- Beban rata-rata.
- Frekuensi lifting.
- Waktu charging tersedia.
- Spesifikasi charger.
- Kebutuhan baterai cadangan.
- Sistem pengisian air.
Semakin lengkap data tersebut, semakin kecil risiko tray tidak sesuai.
Menghitung Jumlah Cell Berdasarkan Tegangan
Pada battery traction timbal-asam, satu cell umumnya mempunyai tegangan nominal sekitar 2 volt. Karena itu, jumlah cell dapat diperkirakan menggunakan rumus:
Jumlah cell = Tegangan nominal battery pack ÷ 2 volt
Contohnya:
| Tegangan Battery Pack | Jumlah Cell |
|---|---|
| 24 V | 12 cell |
| 36 V | 18 cell |
| 48 V | 24 cell |
| 72 V | 36 cell |
| 80 V | 40 cell |
| 96 V | 48 cell |
Contoh battery pack 48 V:
48 V ÷ 2 V = 24 cell
Contoh battery pack 80 V:
80 V ÷ 2 V = 40 cell
Rumus tersebut digunakan sebagai dasar perencanaan awal. Jumlah akhir tetap harus diverifikasi melalui:
- Nameplate battery pack.
- Nameplate forklift.
- Susunan cell lama.
- Tegangan charger.
- Dokumentasi kendaraan.
Jumlah cell tidak boleh dikurangi hanya karena tray terlalu kecil. Mengubah jumlah cell berarti mengubah tegangan battery pack dan dapat membuat baterai tidak sesuai dengan forklift maupun charger.
Perbedaan Susunan Fisik dan Susunan Listrik
Istilah seperti 6 × 4, 8 × 3, atau 10 × 4 menjelaskan layout fisik cell di dalam tray.
Contohnya:
- 6 × 4 berarti 6 cell dalam satu baris dan terdapat 4 baris.
- 8 × 3 berarti 8 cell dalam satu baris dan terdapat 3 baris.
- 10 × 4 berarti 10 cell dalam satu baris dan terdapat 4 baris.
Susunan tersebut tidak otomatis menunjukkan rangkaian seri-paralel.
Battery pack traction umumnya menggunakan seluruh cell yang dihubungkan secara seri untuk menghasilkan tegangan total. Dengan demikian, layout fisik 6 × 4 pada battery pack 48 V tetap dapat terdiri atas 24 cell dalam satu rangkaian seri.
Flexible inter-cell connector menghubungkan terminal dari satu cell ke cell berikutnya sesuai jalur kelistrikan. Chloride HSP15 juga dapat menggunakan plastic shroud untuk melindungi area terminal dan connector.
Kesalahan memahami layout fisik sebagai rangkaian paralel dapat menyebabkan kekeliruan dalam:
- Pembuatan jalur connector.
- Penentuan polaritas.
- Posisi terminal utama.
- Pengukuran tegangan.
- Pemasangan charger.
Mengenal Footprint Cell DIN Chloride
Footprint adalah ukuran dasar cell ketika dilihat dari atas.
Untuk Continental DIN Cells Chloride HSP15, lebar cell umumnya sekitar 198 mm, sedangkan panjangnya berubah menurut nomor varian, dengan rentang umum sekitar 47–191 mm.
Secara sederhana:
Footprint cell = panjang cell × lebar cell
Contohnya, data ilustratif XWBF13 adalah:
- Panjang sekitar 119 mm.
- Lebar sekitar 198 mm.
- Tinggi kelompok 428 mm.
- Kapasitas sekitar 480 Ah.
- Berat terisi sekitar 27,6 kg.
Footprint nominal XWBF13 adalah:
119 mm × 198 mm
Namun, ukuran tersebut bukan ukuran lubang tray yang langsung dapat digunakan. Tray masih membutuhkan ruang untuk:
- Toleransi dimensi.
- Proses pemasangan.
- Connector.
- Plastic shroud.
- Main cable.
- Penguat internal.
- Dinding tray.
- Akses perawatan.
Karena itu, hasil perkalian cell hanya menunjukkan dimensi aktif, bukan ukuran final tray.
Baca juga: Cara Membaca Kode Cell DIN Chloride
Menentukan Faktor Baris dan Kolom
Setelah jumlah total cell diketahui, buat beberapa pasangan faktor.
Gunakan rumus:
Jumlah total cell = jumlah cell per baris × jumlah baris
Contoh untuk 24 cell:
- 12 × 2.
- 8 × 3.
- 6 × 4.
- 4 × 6.
- 3 × 8.
- 2 × 12.
Secara matematis seluruhnya benar, tetapi tidak semuanya praktis.
Layout 12 × 2 mungkin terlalu panjang. Layout 4 × 6 mungkin terlalu lebar. Selain itu, jalur connector, posisi main cable, dan titik pengangkatan perlu diperiksa.
Contoh alternatif umum:
| Jumlah Cell | Alternatif Layout |
|---|---|
| 12 | 6 × 2 atau 4 × 3 |
| 18 | 6 × 3 atau 9 × 2 |
| 24 | 6 × 4, 8 × 3, atau 12 × 2 |
| 36 | 9 × 4, 6 × 6, atau 12 × 3 |
| 40 | 8 × 5 atau 10 × 4 |
| 48 | 8 × 6 atau 12 × 4 |
Pilihan yang baik adalah layout yang:
- Mendekati bentuk battery compartment.
- Tidak membuat tray terlalu panjang atau terlalu lebar.
- Memudahkan connector seri.
- Menyediakan posisi main terminal yang sesuai.
- Menjaga distribusi berat.
- Memudahkan proses fabrikasi.
- Mendukung sistem pengisian air.
Dua Pilihan Orientasi Cell
Karena footprint cell berbentuk persegi panjang, cell dapat dipasang dalam dua orientasi.
Misalkan:
- X = jumlah cell per baris.
- Y = jumlah baris.
- Pc = panjang cell.
- Lc = lebar cell.
- Pt = panjang aktif susunan.
- Lt = lebar aktif susunan.
Orientasi A
Panjang cell mengikuti arah panjang tray.
Rumusnya:
Pt = X × Pc
Lt = Y × Lc
Orientasi B
Cell diputar 90 derajat sehingga lebar cell mengikuti arah panjang tray.
Rumusnya:
Pt = X × Lc
Lt = Y × Pc
Kedua orientasi harus dibandingkan. Orientasi A dapat menghasilkan layout lebih pendek dan lebar, sedangkan orientasi B dapat menghasilkan layout lebih panjang dan sempit.
Tidak ada orientasi yang selalu terbaik. Keputusan mengikuti bentuk compartment, terminal, connector, dan cable exit.
Contoh Perhitungan 24 Cell XWBF13
Gunakan contoh ilustratif berikut:
- Tegangan battery pack: 48 V.
- Jumlah cell: 24.
- Tipe: XWBF13.
- Panjang cell: 119 mm.
- Lebar cell: 198 mm.
- Tinggi cell: 428 mm.
- Berat terisi: 27,6 kg per cell.
Alternatif layout 6 × 4
Jumlah total:
6 × 4 = 24 cell
Dengan orientasi A:
Panjang aktif = 6 × 119 mm = 714 mm
Lebar aktif = 4 × 198 mm = 792 mm
Jadi, dimensi aktif susunan adalah:
714 mm × 792 mm
Dimensi ini belum termasuk ruang connector, penguat, toleransi, dinding, dan akses pemasangan.
Alternatif layout 8 × 3
Jumlah total:
8 × 3 = 24 cell
Dengan orientasi A:
Panjang aktif = 8 × 119 mm = 952 mm
Lebar aktif = 3 × 198 mm = 594 mm
Dimensi aktif:
952 mm × 594 mm
Perbandingan
| Layout | Panjang Aktif | Lebar Aktif |
|---|---|---|
| 6 × 4 | 714 mm | 792 mm |
| 8 × 3 | 952 mm | 594 mm |
Layout 6 × 4 lebih pendek tetapi lebih lebar. Layout 8 × 3 lebih panjang tetapi lebih sempit.
Apabila compartment forklift berbentuk hampir persegi, layout 6 × 4 mungkin lebih mudah disesuaikan. Apabila compartment sempit tetapi memanjang, layout 8 × 3 mungkin lebih relevan.
Namun, keputusan akhir tidak dapat dibuat hanya berdasarkan dua angka tersebut. Teknisi harus memeriksa jalur terminal dan connector.
Membandingkan Orientasi pada Layout 6 × 4
Masih menggunakan XWBF13 dengan footprint 119 × 198 mm.
Orientasi A
- Panjang aktif: 6 × 119 = 714 mm.
- Lebar aktif: 4 × 198 = 792 mm.
Hasil:
714 × 792 mm
Orientasi B
- Panjang aktif: 6 × 198 = 1.188 mm.
- Lebar aktif: 4 × 119 = 476 mm.
Hasil:
1.188 × 476 mm
| Orientasi | Panjang Aktif | Lebar Aktif |
|---|---|---|
| A | 714 mm | 792 mm |
| B | 1.188 mm | 476 mm |
Orientasi B jauh lebih panjang, tetapi lebih sempit. Bentuk tersebut dapat cocok untuk kendaraan dengan compartment memanjang.
Perhitungan ini menunjukkan bahwa memutar cell 90 derajat dapat mengubah bentuk tray secara signifikan, meskipun jumlah dan tipe cell tetap sama.
Contoh Perhitungan 40 Cell untuk Battery Pack 80 V
Battery pack 80 V umumnya menggunakan 40 cell.
Misalkan digunakan cell dengan footprint nominal:
- Panjang: 191 mm.
- Lebar: 198 mm.
Alternatif layout yang akan dibandingkan:
- 8 × 5.
- 10 × 4.
Layout 8 × 5
Dengan panjang 191 mm mengikuti arah panjang tray:
Panjang aktif = 8 × 191 = 1.528 mm
Lebar aktif = 5 × 198 = 990 mm
Hasil:
1.528 × 990 mm
Layout 10 × 4
Panjang aktif = 10 × 191 = 1.910 mm
Lebar aktif = 4 × 198 = 792 mm
Hasil:
1.910 × 792 mm
| Layout | Panjang Aktif | Lebar Aktif |
|---|---|---|
| 8 × 5 | 1.528 mm | 990 mm |
| 10 × 4 | 1.910 mm | 792 mm |
Layout 8 × 5 lebih pendek dan lebih lebar. Layout 10 × 4 lebih panjang tetapi lebih ramping.
Pada battery pack sebesar ini, faktor berat, titik pengangkatan, kekuatan dinding, dan divider menjadi semakin penting.
Menghitung Dimensi Final Battery Tray
Dimensi final tidak boleh disamakan dengan dimensi aktif susunan.
Secara konseptual:
Panjang dalam tray = panjang aktif cell + kebutuhan ruang teknis arah panjang
Lebar dalam tray = lebar aktif cell + kebutuhan ruang teknis arah lebar
Dimensi luar tray = dimensi dalam + ketebalan dinding dan struktur penguat
Kebutuhan ruang teknis dapat meliputi:
- Toleransi dimensi cell.
- Kemudahan pemasangan.
- Divider.
- Flexible connector.
- Shroud.
- Main cable.
- Main connector.
- Jalur sistem filling.
- Struktur penguncian.
- Lifting point.
- Pelat penguat.
Tidak tepat menetapkan satu angka tambahan yang sama untuk seluruh tray. Kebutuhan ruang bergantung pada:
- Tipe cell.
- Jumlah baris.
- Posisi terminal.
- Bentuk connector.
- Tebal material.
- Metode pengelasan.
- Desain kendaraan.
Pada data produk, dimensi cell juga mempunyai toleransi manufaktur. Oleh karena itu, tray yang dibuat tepat sama dengan ukuran teoritis berisiko terlalu sempit.
Baca juga: Hubungan Panjang Cell, Jumlah Pelat, dan Kapasitas Ah
Menghitung Tinggi Battery Pack
Tinggi battery pack tidak hanya mengikuti tinggi cell.
Bagian atas cell masih mempunyai:
- Terminal positif dan negatif.
- Inter-cell connector.
- Plastic shroud.
- Vent plug.
- Level indicator.
- Level sensor.
- Selang filling.
- Main cable.
Kelompok Continental DIN Cells HSP15 mempunyai tinggi berikut:
| Kelompok | Tinggi |
|---|---|
| XWAF | 373 mm |
| XWBF | 428 mm |
| XWCF | 502 mm |
| LXWEF | 575 mm |
| XWEF | 604 mm |
| LXWFF | 725 mm |
| XWFF | 755 mm |
Pengukuran tinggi harus menggunakan battery compartment, bukan hanya dinding tray.
Tinggi dinding tray dapat lebih rendah daripada cell. Hal tersebut masih mungkin selama:
- Cell tetap tertahan secara mekanis.
- Terminal tidak terkena struktur kendaraan.
- Penutup dapat ditutup.
- Connector tidak tertekan.
- Vent plug tetap dapat diakses.
- Selang filling tidak terjepit.
Tidak ada satu clearance universal yang dapat diterapkan pada semua forklift. Kebutuhan ruang harus mengikuti desain kendaraan dan konfigurasi battery pack.
Menghitung Berat Total Battery Pack
Berat merupakan bagian penting dalam desain karena battery pack forklift dapat mencapai ratusan hingga ribuan kilogram.
Rumus konseptualnya:
Berat total battery pack = berat seluruh cell terisi + tray + connector + kabel + aksesori
Contoh 24 cell XWBF13
Berat terisi per cell:
27,6 kg
Jumlah cell:
24
Berat seluruh cell:
24 × 27,6 kg = 662,4 kg
Angka 662,4 kg belum termasuk:
- Steel tray.
- Flexible connector.
- Main cable.
- Main connector.
- Plastic shroud.
- Automatic filling system.
- Divider.
- Penguat.
- Lifting point.
Jika berat tray dan seluruh aksesori, misalnya, menambah puluhan kilogram, berat final akan lebih besar daripada 662,4 kg.
Gunakan berat terisi, bukan hanya berat kering, karena forklift beroperasi dengan cell berisi elektrolit.
Berat final harus dibandingkan dengan:
- Nameplate battery pack lama.
- Batas minimum dan maksimum kendaraan.
- Kemampuan alat lifting.
- Sistem pergantian baterai.
- Kapasitas lantai dan rack.
Battery pack yang muat secara dimensi belum tentu sesuai secara berat.
Menentukan Posisi Terminal dan Connector
Setelah layout geometris diperoleh, buat jalur koneksi seri.
Tahapan perencanaannya:
- Tentukan posisi terminal setiap cell.
- Identifikasi terminal positif dan negatif.
- Tentukan urutan seri.
- Tentukan terminal awal battery pack.
- Tentukan terminal akhir battery pack.
- Tentukan posisi main cable.
- Tentukan arah main connector.
- Pastikan semua connector dapat dipasang dan diperiksa.
Layout terbaik bukan sekadar yang paling padat. Layout harus memungkinkan connector dipasang tanpa:
- Tarikan berlebihan.
- Tekukan tidak wajar.
- Persilangan yang tidak diperlukan.
- Kontak dengan dinding logam.
- Kesulitan pemeriksaan.
- Tekanan dari penutup.
Pole centres harus mengikuti data tipe cell. Jangan membuat jalur connector berdasarkan perkiraan visual.
Flexible connector Chloride digunakan untuk mengakomodasi gerakan relatif kecil antara cell. Plastic shroud membantu melindungi area connector dan terminal dari hubungan pendek tidak disengaja serta korosi.
Posisi Main Cable dan Main Connector
Main cable menghubungkan battery pack dengan connector kendaraan.
Hal yang harus ditentukan:
- Arah keluar kabel.
- Panjang kabel.
- Radius tekukan.
- Posisi connector.
- Ruang ketika tray masuk dan keluar.
- Posisi charger connector.
- Polaritas.
- Perlindungan mekanis.
Main cable tidak boleh:
- Tertindih tray.
- Terjepit penutup.
- Bergesekan dengan sudut tajam.
- Menarik terminal cell.
- Mengganggu lifting point.
- Menghalangi akses vent plug.
Sebelum tray dibuat, ukur lokasi connector kendaraan dan charger. Kesalahan posisi cable exit dapat membuat battery pack sulit dihubungkan meskipun tray sudah muat.
Memperhitungkan Automatic Battery Filling System
Battery pack besar dapat dilengkapi automatic battery filling system. Sistem ini menggunakan vent plug dan selang untuk menghubungkan proses pengisian air ke sejumlah cell.
Dalam desain tray, sediakan:
- Jalur selang.
- Ruang di atas vent plug.
- Posisi coupling utama.
- Akses pemeriksaan.
- Perlindungan selang.
- Ruang agar selang tidak terjepit.
- Jalur yang tidak mengganggu connector.
Sistem pengisian air otomatis tersedia sebagai fitur opsional pada Chloride HSP15. Fitur ini membantu proses topping-up pada battery pack besar, tetapi tetap membutuhkan pemeriksaan selang, sambungan, vent plug, dan level elektrolit secara berkala.
Layout cell yang terlalu rapat dapat membuat selang sulit dipasang atau diperiksa.
Memperhitungkan Lifting Point dan Penguat Tray
Battery tray harus mempunyai struktur yang cukup untuk menahan beban cell.
Perencanaan mekanis perlu mempertimbangkan:
- Tebal dinding baja.
- Tebal dasar tray.
- Penguat bawah.
- Divider internal.
- Lifting eye.
- Lubang pengangkatan.
- Rel atau roller.
- Sistem pengunci forklift.
- Distribusi beban.
Lifting point tidak boleh ditempatkan hanya berdasarkan ruang kosong. Posisi tersebut harus mempertimbangkan pusat berat battery pack.
Jika seluruh cell tidak tersusun simetris, pusat berat dapat bergeser. Main connector, kabel besar, dan komponen tambahan juga dapat menambah berat di satu sisi.
Untuk battery pack besar, desain mekanis sebaiknya diperiksa oleh personel yang memahami fabrikasi struktur dan handling baterai industri.
Verifikasi terhadap Battery Compartment
Setelah desain tray dibuat, bandingkan dengan ruang kendaraan.
Ukur:
- Panjang efektif.
- Lebar efektif.
- Tinggi efektif.
- Posisi rel.
- Posisi roller.
- Bracket.
- Pengunci.
- Kabel kendaraan.
- Main connector.
- Batas penutup.
- Jalur masuk dan keluar tray.
Pengukuran sebaiknya dilakukan pada beberapa titik. Battery compartment tidak selalu berbentuk kotak sempurna.
Contohnya:
- Bagian tengah dapat lebih tinggi daripada sisi.
- Salah satu dinding dapat memiliki bracket.
- Area connector dapat menonjol ke dalam.
- Penutup dapat mempunyai rangka penguat.
- Rel dapat mengurangi ruang efektif.
Gunakan ukuran terkecil sebagai batas desain.
Jangan hanya mengukur tray lama dari bagian luar. Tray lama dapat mempunyai dinding tebal, divider, atau ruang kosong yang tidak terlihat dari luar.
Simulasi Layout Sebelum Fabrikasi
Sebelum baja dipotong, buat drawing tampak atas, depan, dan samping.
Tampak atas
Menampilkan:
- Jumlah baris dan kolom.
- Orientasi cell.
- Posisi terminal.
- Jalur connector.
- Main cable.
- Main connector.
- Sistem filling.
- Divider.
Tampak depan
Menampilkan:
- Lebar cell.
- Tinggi dinding.
- Tinggi cell.
- Penempatan penguat.
- Clearance terhadap compartment.
Tampak samping
Menampilkan:
- Panjang susunan.
- Lifting point.
- Cable exit.
- Posisi pengunci.
- Penutup kendaraan.
Drawing membantu menemukan masalah sebelum tray dibuat.
Metode yang disarankan adalah:
- Gambar footprint seluruh cell.
- Tambahkan connector dan kabel.
- Tambahkan divider serta dinding tray.
- Bandingkan dengan compartment.
- Hitung berat.
- Tentukan pusat berat.
- Verifikasi akses perawatan.
- Lakukan final review.
Kesalahan Umum Saat Menghitung Susunan Cell
Hanya menggunakan kapasitas Ah
Kapasitas tidak menunjukkan panjang dan tinggi cell.
Tidak mencatat kode lengkap
Kode kelompok saja belum menentukan dimensi individual.
Menganggap layout fisik sebagai rangkaian paralel
Layout 6 × 4 hanya menjelaskan posisi cell, bukan hubungan listrik.
Tidak membandingkan orientasi
Memutar cell dapat menghasilkan bentuk tray yang lebih sesuai.
Menggunakan dimensi aktif sebagai ukuran final tray
Tray masih membutuhkan dinding, penguat, connector, dan ruang pemasangan.
Tidak menghitung berat terisi
Berat operasional lebih besar daripada berat kering.
Mengabaikan battery compartment
Tray yang benar secara teoritis dapat gagal masuk ke kendaraan.
Tidak merancang jalur seri
Connector dapat terlalu panjang, menyilang, atau sulit dipasang.
Mengabaikan cable exit
Main cable dapat tidak mencapai connector kendaraan.
Membuat tray sebelum tipe cell final
Perubahan nomor varian dapat mengubah panjang, kapasitas, dan berat.
Memberikan clearance secara sembarang
Ruang harus mengikuti cell, connector, material tray, dan compartment aktual.
Metode Kerja yang Direkomendasikan
Gunakan alur berikut untuk mengurangi kesalahan:
1. Identifikasi forklift
Catat model, tegangan, compartment, connector, dan berat baterai.
2. Tentukan jumlah cell
Gunakan tegangan nominal dan verifikasi melalui nameplate.
3. Pilih kode cell lengkap
Tentukan kelompok dan nomor varian.
4. Ambil data katalog
Catat panjang, lebar, tinggi, berat, terminal, dan pole centres.
5. Buat pasangan baris dan kolom
Misalnya 24 cell: 6 × 4 dan 8 × 3.
6. Hitung dua orientasi
Bandingkan bentuk panjang-lebar setiap alternatif.
7. Buat jalur seri
Tentukan connector serta terminal utama.
8. Tambahkan kebutuhan teknis
Masukkan divider, cable exit, filling system, dan akses pemasangan.
9. Hitung berat final
Gunakan berat seluruh cell terisi ditambah tray dan aksesori.
10. Cocokkan dengan compartment
Periksa panjang, lebar, tinggi, pengunci, dan penutup.
11. Buat drawing final
Siapkan tampak atas, depan, dan samping.
12. Verifikasi sebelum fabrikasi
Pastikan seluruh data telah diperiksa oleh bagian teknis.
Checklist Desain Battery Tray
Sebelum desain disetujui, pastikan tersedia:
- Kode cell lengkap.
- Tegangan battery pack.
- Jumlah cell.
- Kapasitas Ah.
- Panjang cell.
- Lebar cell.
- Tinggi cell.
- Berat terisi.
- Jumlah cell per baris.
- Jumlah baris.
- Orientasi cell.
- Jalur connector seri.
- Posisi main terminal.
- Posisi main cable.
- Posisi main connector.
- Jalur filling system.
- Dimensi bagian dalam tray.
- Dimensi luar tray.
- Tinggi dinding.
- Tebal material.
- Divider.
- Penguat.
- Lifting point.
- Sistem pengunci.
- Berat total.
- Dimensi battery compartment.
- Drawing tampak atas.
- Drawing tampak depan.
- Drawing tampak samping.
Kesimpulan
Cara menghitung susunan cell DIN Chloride dalam battery tray forklift harus dilakukan melalui tahapan yang sistematis.
Langkah awalnya adalah menentukan tegangan dan jumlah cell. Battery pack 48 V, misalnya, umumnya menggunakan 24 cell, sedangkan 80 V menggunakan 40 cell. Jumlah tersebut kemudian diterjemahkan menjadi alternatif layout fisik seperti 6 × 4, 8 × 3, 8 × 5, atau 10 × 4.
Setelah itu, gunakan dimensi aktual cell berdasarkan kode lengkap. Continental DIN Cells Chloride HSP15 mempunyai lebar standar sekitar 198 mm, tetapi panjang dan tinggi berubah menurut kelompok serta variannya.
Perhitungan awal menggunakan rumus:
Panjang aktif = jumlah cell per baris × dimensi cell pada arah panjang
Lebar aktif = jumlah baris × dimensi cell pada arah lebar
Namun, hasil tersebut belum menjadi ukuran final tray. Desain masih harus menambahkan kebutuhan connector, cable exit, divider, toleransi pemasangan, dinding baja, penguat, sistem filling, dan lifting point.
Berat juga wajib dihitung menggunakan berat cell dalam kondisi terisi. Battery pack yang muat secara dimensi belum tentu sesuai secara berat.
Susunan akhir harus diverifikasi terhadap:
- Battery compartment.
- Penutup forklift.
- Posisi connector.
- Jalur kabel.
- Charger.
- Sistem pengangkatan.
- Akses perawatan.
PT Andalan Multidaya menyediakan Continental DIN Cells Chloride HSP15 sekaligus dukungan identifikasi tipe, dimensi, kapasitas, dan konfigurasi battery pack untuk forklift listrik serta kendaraan material handling.
Kirimkan kode cell, tegangan, kapasitas, jumlah cell, dimensi bagian dalam tray, tinggi compartment, berat pack, foto susunan, connector, serta spesifikasi charger untuk mendapatkan rekomendasi layout yang sesuai.
PT Andalan Multidaya
Solusi Energi Andal • Kinerja Maksimal
Website: www.batteryindustrial.com